Baca: Epik Cinta Dari Agia


Membaca Epik Cinta Dari Agia bagaikan sedang mendeklamasi sebuah sajak/puisi cinta yang panjang, yang di hujungnya barulah tercapai aksi yang dijanjikan. Bahasanya berbunga-bunga dan "mendodoi-dodoi". Permulaannya memang sungguh perlahan (sungguh!) diimbangi dengan pengakhiran yang mengujakan! Buku ini merupakan pengenalan kepada bumi Agia, yang terkandung di antaranya dua negara utama, Ophir dan Orkal serta watak-watak utama di pentasnya.

Sepertiga pertama buku bercerita tentang sejarah bumi agia, tentang cinta tiga segi Flora, Aril dan Amar yang kemudiannya melarat ke Alanah, Firus dan Kama. Sepertiga lagi tentang konflik antaranya dan gambaran segala yang bakal berlaku. Dan sepertiga akhir sampai ke klimaks, peperangan antara Orkal dan Ophir yang memang menaikkan semangat.

Seperti janji sang penulis, kisah ini memang sebuah kisah yang panjang dan sekuel sudah pasti, cuma belum tahu bila akan terlunas. Trilogi, mungkin? Untuk mengisi lubang-lubang plot yang disajikan di dalam buku pertama ini. Tentang misteri Pulau Amara di tengah Laut Cehipa, tentang rahsia di balik Gunung-Gunung Gul, tentang nasib Firus, tentang Alanah di Kota Lestari, tentang Evene & Adini. Pasti sahaja disimpan oleh si penulis sebagai umpan untuk buku kedua ;)

Plot utama yang berkisarkan kisah cinta, perebutan takhta, peperangan, pengkhianatan (pendedahan pengkhianat m/s 358 satu kejutan yang menarik!) punya feel Game of Thrones & The Lord of the Rings. Flora dan fauna bumi Agia pula memberikan imbasan cerita Avatar. Tradisi demi tradisi yang diperkenalkan pula mengingatkan kisah Puteri Gunung Ledang. Buat peminat fiksyen fantasi di Malaysia, this is the classic we've been waiting for!

p/s: I like the dream-like cover! A better map for the next book, mayhaps? And a glossary! And a reflective writer side note please haha!